pendidikan
Sabtu, 15 Desember 2018
laporan video youtube
Laporan
Kegiatan Pembuatan Video Pendek Tutorial How to Make Choco Ball
MUQADIMAH
Dengan mengucapkan syukur
Alhamdulillah, kegiatan produksi video pendek “How to Make Choco Ball” telah
selesai dilaksanakan tanpa adanya kendala yang berarti.
Perencanaan yang matang,
masukan-masukan dan dukungan dari pihak sekolah sangat membantu sekali
kelancaran program ini. Secara umum program berhasil dilaksanakan. Hanya saja
pada tahap pengeditan masih ada kendala, dikarenakan beberapa dari kami belum
menguasai cara pengeditan dan hanya mendapatkan materi pengeditan video hanya
sekali pertemuan saja.
DASAR PELAKSANAAN
1.
Melaksanakan pembuatan video
tutorial How to Make Choco Ball
TUJUAN
1.
Menumbuhkan rasa kreativitas
anggota kelompok dan yang menonton video
2.
Menginspirasi anggota kelompok
dan yang menonton video untuk membuat makanan semacam Choco Ball
3.
Menumbuhkan jiwa kewirausahaan
anggota kelompok dan yang menonton video
PELAKSANAAN KEGIATAN
- PERSIAPAN
Agar proses produksi berjalan dengan lancar dan terarah, maka melalui tahap
persiapan yang matang. Persiapan yang dilakukan berupa :
– Mempelajari proses pembuatan video
pendek serta pengambilan gambarnya
– Melakukan diskusi dan bertukar
pikiran (brainstorming) dengan anggota amggota kelompok dalam pelaksanaan
pembuatan video ini
– Melakukan pemilihan peran (casting)
dan melibatkan 5 anggota kelompok, yang mana 4 kelompok untuk di ambil gambar,
dan 1 kelompok lainnya yang mengambil gambar
– Penyusunan naskah skenario dan
pembagian job per individu
2.
PRODUKSI (SHOOTING)
Proses produksi berlangsung satu hari namun dalam beberapa waktu
-
Season pertama
Adegan pengenalan
-
Season kedua
Adegan pengenalan bahan-bahan pembuatan Choco ball
-
Season ketiga
Adegan pembuatan choco ball
-
Season keempat
Adegan penyajian, serta penutupan
3.
PERBAIKAN (EDITING)
Proses editing memakan waktu yang relatif lama karena belum menguasainya gambar (video). Aplikasi software yang
digunakan adalah corel draw, dan untuk beberapa musik yang digunakan adalah
beberapa instrumen sederhana untuk mendukung menariknya video yang diedit.
Hasila akhir dari video ini berdurasi sekitar 3 menit.
4.
PUBLIKASI/ DISTRIBUSI
Program publikasi dan distribusi akan di upload menggunakan channel you
tube dari salah satu anggota kelompok
SINOPSIS
Video akan diawali dengn pembukan, perkenalan, serta pemyampaian tujuan
pembuatan video pendek. Kemudian pengenalan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam
pembuatan choco ball, tahap selanjutnya yaitu praktek langsung pembuatan choco
ball beserta penyajian serta penutupan.
LOKASI
Lokasi pengambilan gambar dilakukan di Sumber Jiput, Rejomulyo, Kota Kediri
PESAN
Pesan yang ingin di sampaikan dalam film pendek ini adalah :
– Kreatitivitas dalam
pembuatan makanan mewah dengan bahan seadanya
EVALUASI DAN MASUKAN
Sebagai bahan pertimbangan untuk kegiatan sejenis di masa mendatang, maka
berikut ini berapa masukan yang didapatkan setelah melakukan evaluasi selama
pelaksanaan program :
– Menyiapkan alat
bantu shooting yang memadai
– Menyiapkan
persiapan mental dengan lebih baik
– Melakukan sesi
latihan lebih sering dan diusahakan langsung pada tiap adegan yang terdapat
pada skenario video
–
Untuk scene yang melibatkan
banyak pihak agar mengkondisikan lebih awal termasuk kode aba-aba dan
kemungkinan pengulangan adegan,
DOKUMENTASI
Lampiran 1
TIM PRODUKSI dan JOB
DESCRIPTION
Afit L.A (pemain)
Reni Humaidah
(pemain)
Mila Ghurrotul J
(pemain)
Rahmatul Umah
(pemain)
Nurfiatin (pengambil
gambar)
PENUTUP
Demikian laporan ini disusun untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Kami mohon maaf apabila banyak salah dalam pembuatan laporan maupun hasil akhir
dari video kami.
Kediri, 28 Oktober 2018
Hormat kami,
Anggota kelompok
uas e-learning
A.
Internet Sebagai Media Pembelajaran
Penggunaan internet untuk keperluan pendidikan semakin meluas
terutama di negara-negara maju, sebab dengan media internet dimungkinkan
diselenggarakannya peroses pembelajaran yang lebih efektif. Hal itu dapat
terjadi karena sifat dan karakteristik internet yang cukup khas, sehingga
diharapkan dapat digunakan sebagai media pembelajaran sebagaimana media lain
yang telah dipergunakan sebelumnya seperti radio, televisi, video, cd-rom
interaktif dan lain-lain.
Sebagai media yang diharapkan akan menjadi bagian dari suatu proses
pembelajaran di sekolah, internet harus mampu memberikan dukungan bagi terselenggaranya proses
komunikasi interaktif antara pengajar dengan pembelajar sebagaimana yang
dipersyaratkan dalam suatu kegiatan pembelajaran. Kondisi yang harus mampu
didukung oleh internet tersebut terutama berkaitan dengan strategi pembelajaran
yang akan dikembangkan. Secara sederhana, dapat diartikan sebagai kegiatan
komunikasi yang dilakukan untuk mengajak pembelajar untuk mengerjakan
tugas-tugas dan membantu peserta dalam memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan
dalam rangka mengerjakan tugas-tugas tersebut.
Dengan demikian, strategi pembelajaran yang meliputi pengajaran,
diskusi, membaca, penugasan, presentasi, dan evaluasi, secara umum
terlaksananya tergantung dari satu atau lebih dari tiga model dasar dialog atau
komunikasi, sebagai berikut :
a.
Dialog atau komunikasi antar pengajar dengan pembelajar.
b.
Dialog atau komunikasi antara pembelajar dengan sumber belajar.
c.
Dialog atau komunikasi diantara pembelajar.[1]
Apabila ketiga
aspek tersebut dapat diselenggarakan dengan komposisi yang serasi, maka dapat
diharapkan akan menjadi proses pembelajaran yang optimal. Para pakar pendidikan
menyatakan bahwa keberhasilan pencapaian tujuan dari pembelajaran sangat
ditentukan oleh keseimbangan antara ketiga aspek tersebut.
Internet
merupakan media yang bersifat multi rupa. Artinya, ada satu sisi internet dapat
digunakan untuk berkomunikasi secara interpersonal. Dan disisi lain, dengan
email pun pengguna dapat melakukan komunikasi dengan lebih dari satu orang atau
sekelompok pengguna yang lain (one-to-many communication). Internet juga
memiliki kemampuan memfasilitasi kegiatan diskusi dan kolaborasi oleh
sekelompok orang bahkan kemampuannya untuk menyelenggrakan komunikasi tatap
muka (teleconference). Memungkinkan pengguna internet dapat berkomunikasi
secara audio-visual sehingga dimungkinkan pula terselenggaranya komunikasi
verbal maupun non-verbal secara real-time.
Internet
memiliki beberapa karakteristik yang khas, yaitu :
a.
Sebagai media interpersonal dan juga sebagai media masa yang
memungkinkan terjadinya komunikasi one-to-one maupun one-to-many.
b.
Memiliki sifat interkatif
c.
Memungkinkan terjadinya komunikasi secara sinkron (synchronous)
maupun tertunda (asynchronous), sehingga memungkinkan terselenggaranya ketika
jenis dialog atau komunikasi yang merupakan syarat terselenggaranya suatu
proses pembelajaran.[2]
[1] AH. Sanaky, Hujair, Media Pembelajaran Interaktif-Inovatif,
Yogyakarta, 2015, Halm. 221.
[2] AH. Sanaky, Hujair, Media Pembelajaran Interaktif-Inovatif,
Yogyakarta, 2015, Halm. 222.
pendidikan
A.
Pembelajaran Online Dan Konsep E-Learning
1.
Konsep dan Karakteristik Pembelajaran E-learning
E-Learning dapat diartikan sebagai materi pembelajaran atau
pengalaman belajar yang disampaikan melalui teknologi elektronik. Jadi, dengan
demikian dalam E-learning siswa tidak hanya belajar dari internet saja akan
tetapi juga dari sumber internet lain seperti video dan audio. Namun demikian
perkembangan komputer yang semakin hebat dengan berbagai jaringannya, maka
dewasa ini E-learning juga lebih banyak memanfaatkan komputer dengan jaringan
internetnya. Perkembangan teknologi komputer dengan sistem jaringannya
khususnya jaringan internet dewasa ini, berdampak pada terjadinya perubahan
peranan guru dan perubahan pengelolaan pembelajaran, yang kemudian bermuara
pada perubahan paradigma tentang mengajar.[1]
Ada beberapa ciri pembelajaran online dan E-learning diantaranya
sebagai berikut :
a.
Pada pembelajaran online dan E-learning siswa tidak lagi memerlukan
tempat dan waktu khusus untuk belajar, akan tetapi siswa bisa belajar dimana
dan kapan saja sesuai dengan kesempatan yang dimiliki oleh masing-masing siswa
secara individual.
b.
Dalam proses pembelajaran siswa tidak lagi hanya memiliki akses
pada buku teks dan sumber-sumber belajar tercetak lainnya, namun kepada sumber-sumber
informasi yang bersifat digital, yang dapat diakses melalui dunia maya.
c.
Siswa dan guru dapat meningkatkan pembelajaran kelas dengan
mengakses informasi dari kesatuan sumber-sumber (database, perpustakaan,
kelompok minat khusus), berkomunikasi via komputer dengan siswa lain atau
dengan para ahli di bidang pelajaran khusus, dan penukaran informasi/data.
d.
Peran guru dan murid bisa mengakses dokumen elektronik untuk
memperkaya pelajaran mereka. Siswa dapat secara aktif berpartisipasi karena
pembelajaran online memberikan lingkungan pembelajaran yang interaktif. Para
siswa dapat menghubungkan informasi elektronik bagi proyek dan makalah mereka,
membuatnya seperti dokumen “hidup” dengan tombol hypertext.
e.
Karena komputer memiliki kemampuan untuk mengirimkan informasi di
berbagai media (cetak, video, dan rekaman suara dan musik) komputer telah
menjadi perpustakaan tanpa batas.
2.
Keuntungan
Ada beberapa keuntungan pembelajaran online dan E-learning dengan
menggunakan jaringan internet antara lain :[2]
a.
Beragamnya media. Setiap sisw dapat mengirimkan dan menerima
informasi dengan siswa di seluruh dunia situs internet bisa memuat bermacam
media, termasuk teks, audio, grafis, animasi, video, dan software yang bisa
diunduh.
b.
Informasi terkini. Siswa
dapat mengakses informasi terkini dengan menghubungkan sumber-sumber di
masyarakat di seluruh dunia secara terbuka. Para siswa dapat mengakses
perpustakaan dan database dengan baik di luar batas lokal, hal ini memperluas
horizon bagi sekolah kecil dan yang berada di desa sama seperti siswa yang
berpartisipasi dalam program sekolah di rumah (home schooling).
c.
Navigasi. Keuntungan internet adalah kemampuan untuk berpindah
dengan mudah di dalam dan di antara dokumen. Dengan menekan tombol mouse, para
pengguna dapat mencari beragam dokumen di banyak tempat tanpa memindahkan
komputer mereka.
d.
Penukaran ide. Peserta didik dapat berpartisipasi dalam kegiatan
yang memperbolehkan mereka untuk bertukar ide/ gagasan dengan siswa lain,
bahkan dengan mereka yang tinggak di negara lain.
e.
Komunikasi yang dekat. E-mail memungkinkan orang di berbagai tempat
untuk bertukar ide. Para pengguna dapat “berbicara” dengan orang lain di waktu
yang berbeda dan merespons pada waktu sesuai kesempatan mereka.
3.
Keterbatasan
a.
Penyebaran informasi yang tidak sesuai. Internet memungkinkan dapat
menyajikan bahan atau materi yang tidak pantas dinikmati oleh siswa karena
tidak sesuai dengan taraf perkembangan mereka.
b.
Hak cipta. Karena informasi begitu mudah diakses, begitu mudah bagi
seseorang untuk mengunduh file dengan cepat. Oleh karena itu, para siswa bisa
membuat makalah atau proyek dengan melanggar hak cipta seseorang yang bukan hasil kerja
mereka.[3]
c.
Pertumbuhan situs web yang sangat cepat. Pertumbuhan ini
menyebabkan pencarian informasi menjadi benar-benar sulit. Untuk membantu
pencarian informasi, beberapa perusahaan komersil dan universitas menyediakan
mesin pencari yang mengikuti jaringan web dan membalas hasil pencarian yang
sesuai dengan apa yang dicari.
d.
Dukungan teknisi haruslah ada. Karena tanpa dukungan teknisi dan
manajemen yang baik, jaringan komputer bisa mati dengan cepat.
e.
Kecepatan akses. Keterbatasan lain adalah kecepatan dimana para
pengguna bisa mengakses informasi.
f.
Kurangnya kontrol kualitas. Para pengguna harus jadi pemikir dan
pembaca yang kritis yang tahu bagaimana menilai informasi. Segala yang dikirim
di internet bukanlah sebuah “ajaran”. Setiap orang dapat mengirim apapun di
web, termasuk informasi yang tidak penting, salah, atau tidak benar. [4]
[1] Sanjaya, Wina, Media Komunikasi Pembelajaran, Jakarta, 2014, Halm.
205.
[2] Sanjaya, Wina, Media Komunikasi Pembelajaran, Jakarta, 2014, Halm.208.
[3] Sanjaya, Wina, Media Komunikasi Pembelajaran, Jakarta, 2014, Halm.
210.
[4] Sanjaya, Wina, Media Komunikasi Pembelajaran, Jakarta, 2014, Halm.
211.
Langganan:
Postingan (Atom)
https://goo.gl/forms/WoLj8XYxb3D8ekXw1

