A.
Pembelajaran Online Dan Konsep E-Learning
1.
Konsep dan Karakteristik Pembelajaran E-learning
E-Learning dapat diartikan sebagai materi pembelajaran atau
pengalaman belajar yang disampaikan melalui teknologi elektronik. Jadi, dengan
demikian dalam E-learning siswa tidak hanya belajar dari internet saja akan
tetapi juga dari sumber internet lain seperti video dan audio. Namun demikian
perkembangan komputer yang semakin hebat dengan berbagai jaringannya, maka
dewasa ini E-learning juga lebih banyak memanfaatkan komputer dengan jaringan
internetnya. Perkembangan teknologi komputer dengan sistem jaringannya
khususnya jaringan internet dewasa ini, berdampak pada terjadinya perubahan
peranan guru dan perubahan pengelolaan pembelajaran, yang kemudian bermuara
pada perubahan paradigma tentang mengajar.[1]
Ada beberapa ciri pembelajaran online dan E-learning diantaranya
sebagai berikut :
a.
Pada pembelajaran online dan E-learning siswa tidak lagi memerlukan
tempat dan waktu khusus untuk belajar, akan tetapi siswa bisa belajar dimana
dan kapan saja sesuai dengan kesempatan yang dimiliki oleh masing-masing siswa
secara individual.
b.
Dalam proses pembelajaran siswa tidak lagi hanya memiliki akses
pada buku teks dan sumber-sumber belajar tercetak lainnya, namun kepada sumber-sumber
informasi yang bersifat digital, yang dapat diakses melalui dunia maya.
c.
Siswa dan guru dapat meningkatkan pembelajaran kelas dengan
mengakses informasi dari kesatuan sumber-sumber (database, perpustakaan,
kelompok minat khusus), berkomunikasi via komputer dengan siswa lain atau
dengan para ahli di bidang pelajaran khusus, dan penukaran informasi/data.
d.
Peran guru dan murid bisa mengakses dokumen elektronik untuk
memperkaya pelajaran mereka. Siswa dapat secara aktif berpartisipasi karena
pembelajaran online memberikan lingkungan pembelajaran yang interaktif. Para
siswa dapat menghubungkan informasi elektronik bagi proyek dan makalah mereka,
membuatnya seperti dokumen “hidup” dengan tombol hypertext.
e.
Karena komputer memiliki kemampuan untuk mengirimkan informasi di
berbagai media (cetak, video, dan rekaman suara dan musik) komputer telah
menjadi perpustakaan tanpa batas.
2.
Keuntungan
Ada beberapa keuntungan pembelajaran online dan E-learning dengan
menggunakan jaringan internet antara lain :[2]
a.
Beragamnya media. Setiap sisw dapat mengirimkan dan menerima
informasi dengan siswa di seluruh dunia situs internet bisa memuat bermacam
media, termasuk teks, audio, grafis, animasi, video, dan software yang bisa
diunduh.
b.
Informasi terkini. Siswa
dapat mengakses informasi terkini dengan menghubungkan sumber-sumber di
masyarakat di seluruh dunia secara terbuka. Para siswa dapat mengakses
perpustakaan dan database dengan baik di luar batas lokal, hal ini memperluas
horizon bagi sekolah kecil dan yang berada di desa sama seperti siswa yang
berpartisipasi dalam program sekolah di rumah (home schooling).
c.
Navigasi. Keuntungan internet adalah kemampuan untuk berpindah
dengan mudah di dalam dan di antara dokumen. Dengan menekan tombol mouse, para
pengguna dapat mencari beragam dokumen di banyak tempat tanpa memindahkan
komputer mereka.
d.
Penukaran ide. Peserta didik dapat berpartisipasi dalam kegiatan
yang memperbolehkan mereka untuk bertukar ide/ gagasan dengan siswa lain,
bahkan dengan mereka yang tinggak di negara lain.
e.
Komunikasi yang dekat. E-mail memungkinkan orang di berbagai tempat
untuk bertukar ide. Para pengguna dapat “berbicara” dengan orang lain di waktu
yang berbeda dan merespons pada waktu sesuai kesempatan mereka.
3.
Keterbatasan
a.
Penyebaran informasi yang tidak sesuai. Internet memungkinkan dapat
menyajikan bahan atau materi yang tidak pantas dinikmati oleh siswa karena
tidak sesuai dengan taraf perkembangan mereka.
b.
Hak cipta. Karena informasi begitu mudah diakses, begitu mudah bagi
seseorang untuk mengunduh file dengan cepat. Oleh karena itu, para siswa bisa
membuat makalah atau proyek dengan melanggar hak cipta seseorang yang bukan hasil kerja
mereka.[3]
c.
Pertumbuhan situs web yang sangat cepat. Pertumbuhan ini
menyebabkan pencarian informasi menjadi benar-benar sulit. Untuk membantu
pencarian informasi, beberapa perusahaan komersil dan universitas menyediakan
mesin pencari yang mengikuti jaringan web dan membalas hasil pencarian yang
sesuai dengan apa yang dicari.
d.
Dukungan teknisi haruslah ada. Karena tanpa dukungan teknisi dan
manajemen yang baik, jaringan komputer bisa mati dengan cepat.
e.
Kecepatan akses. Keterbatasan lain adalah kecepatan dimana para
pengguna bisa mengakses informasi.
f.
Kurangnya kontrol kualitas. Para pengguna harus jadi pemikir dan
pembaca yang kritis yang tahu bagaimana menilai informasi. Segala yang dikirim
di internet bukanlah sebuah “ajaran”. Setiap orang dapat mengirim apapun di
web, termasuk informasi yang tidak penting, salah, atau tidak benar. [4]
[1] Sanjaya, Wina, Media Komunikasi Pembelajaran, Jakarta, 2014, Halm.
205.
[2] Sanjaya, Wina, Media Komunikasi Pembelajaran, Jakarta, 2014, Halm.208.
[3] Sanjaya, Wina, Media Komunikasi Pembelajaran, Jakarta, 2014, Halm.
210.
[4] Sanjaya, Wina, Media Komunikasi Pembelajaran, Jakarta, 2014, Halm.
211.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar