A.
Internet Sebagai Media Pembelajaran
Penggunaan internet untuk keperluan pendidikan semakin meluas
terutama di negara-negara maju, sebab dengan media internet dimungkinkan
diselenggarakannya peroses pembelajaran yang lebih efektif. Hal itu dapat
terjadi karena sifat dan karakteristik internet yang cukup khas, sehingga
diharapkan dapat digunakan sebagai media pembelajaran sebagaimana media lain
yang telah dipergunakan sebelumnya seperti radio, televisi, video, cd-rom
interaktif dan lain-lain.
Sebagai media yang diharapkan akan menjadi bagian dari suatu proses
pembelajaran di sekolah, internet harus mampu memberikan dukungan bagi terselenggaranya proses
komunikasi interaktif antara pengajar dengan pembelajar sebagaimana yang
dipersyaratkan dalam suatu kegiatan pembelajaran. Kondisi yang harus mampu
didukung oleh internet tersebut terutama berkaitan dengan strategi pembelajaran
yang akan dikembangkan. Secara sederhana, dapat diartikan sebagai kegiatan
komunikasi yang dilakukan untuk mengajak pembelajar untuk mengerjakan
tugas-tugas dan membantu peserta dalam memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan
dalam rangka mengerjakan tugas-tugas tersebut.
Dengan demikian, strategi pembelajaran yang meliputi pengajaran,
diskusi, membaca, penugasan, presentasi, dan evaluasi, secara umum
terlaksananya tergantung dari satu atau lebih dari tiga model dasar dialog atau
komunikasi, sebagai berikut :
a.
Dialog atau komunikasi antar pengajar dengan pembelajar.
b.
Dialog atau komunikasi antara pembelajar dengan sumber belajar.
c.
Dialog atau komunikasi diantara pembelajar.[1]
Apabila ketiga
aspek tersebut dapat diselenggarakan dengan komposisi yang serasi, maka dapat
diharapkan akan menjadi proses pembelajaran yang optimal. Para pakar pendidikan
menyatakan bahwa keberhasilan pencapaian tujuan dari pembelajaran sangat
ditentukan oleh keseimbangan antara ketiga aspek tersebut.
Internet
merupakan media yang bersifat multi rupa. Artinya, ada satu sisi internet dapat
digunakan untuk berkomunikasi secara interpersonal. Dan disisi lain, dengan
email pun pengguna dapat melakukan komunikasi dengan lebih dari satu orang atau
sekelompok pengguna yang lain (one-to-many communication). Internet juga
memiliki kemampuan memfasilitasi kegiatan diskusi dan kolaborasi oleh
sekelompok orang bahkan kemampuannya untuk menyelenggrakan komunikasi tatap
muka (teleconference). Memungkinkan pengguna internet dapat berkomunikasi
secara audio-visual sehingga dimungkinkan pula terselenggaranya komunikasi
verbal maupun non-verbal secara real-time.
Internet
memiliki beberapa karakteristik yang khas, yaitu :
a.
Sebagai media interpersonal dan juga sebagai media masa yang
memungkinkan terjadinya komunikasi one-to-one maupun one-to-many.
b.
Memiliki sifat interkatif
c.
Memungkinkan terjadinya komunikasi secara sinkron (synchronous)
maupun tertunda (asynchronous), sehingga memungkinkan terselenggaranya ketika
jenis dialog atau komunikasi yang merupakan syarat terselenggaranya suatu
proses pembelajaran.[2]
[1] AH. Sanaky, Hujair, Media Pembelajaran Interaktif-Inovatif,
Yogyakarta, 2015, Halm. 221.
[2] AH. Sanaky, Hujair, Media Pembelajaran Interaktif-Inovatif,
Yogyakarta, 2015, Halm. 222.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar